
Menurut Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rahim-ahullah dalam Ijtima’ Al-Juyusy Al-Islamiyah, nikmat terbagi dua; nikmat yang bersifat muthlak dan nikmat yang bersifat muqayyad (mengikat). Nikmat yang bersifat muthlak adalah nikmat yang akan mengantarkan seseorang pada kebahagiaan abadi, seperti kebahagiaan seseorang dalam ber-islam dan mengikuti sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam.